
20 Oktober 2026 14:47:42

JAKARTA (20/10/2026) Dana Pensiun PLN menerima kunjungan studi banding dari tim gabungan Dana Pensiun Angkasa Pura 1 yang terdiri dari perwakilan unit Kepesertaan, IT, dan Audit. Pertemuan ini digelar untuk berbagi pengalaman mengenai transformasi digital pengelolaan data ulang (datul) peserta pensiun serta strategi pemutakhiran data guna menekan risiko kelebihan bayar (overpayment).
LATAR BELAKANG KUNJUNGAN ANGKASA PURA 1
Dalam kesempatan tersebut, tim Dana Pensiun Angkasa Pura 1 menyampaikan tantangan pengelolaan data pada populasi sekitar 3.000 peserta pensiun. Saat ini, proses pendataan ulang di Angkasa Pura 1 masih mengandalkan formulir cetak fisik yang dikirimkan via jasa pos. Selain itu, pengembangan sistem mereka masih menghadapi keterbatasan fleksibilitas akibat ketergantungan pada konsultan atau vendor eksternal.
INOVASI DATUL ONLINE IN-HOUSE DANA PENSIUN PLN
Menanggapi hal tersebut, pihak Dana Pensiun PLN memaparkan perjalanan inovasi sistem Datul Online yang berhasil dibangun secara mandiri (in-house) sejak tahun 2020 saat pandemi COVID-19 (beralih dari metode manual via PT Pos pada 2019). Keunggulan pengembangan in-house ini memberikan independensi penuh dan fleksibilitas tinggi bagi Dana Pensiun PLN dalam melakukan pembaruan fitur (improvement) secara cepat sesuai kebutuhan operasional.
MITIGASI OVERPAYMENT & INOVASI TEKNOLOGI MASA DEPAN
Untuk mengoptimalkan pelayanan dan mencegah risiko overpayment akibat keterlambatan laporan peserta yang meninggal dunia, Dana Pensiun PLN menetapkan beberapa langkah strategis :
CAPAIAN PARTISIPASI
Efektivitas aplikasi Datul Online Dana Pensiun PLN terbukti dari tingkat partisipasi peserta yang mencapai 41.000 dari total 46.000 peserta (~90%) hanya dalam waktu satu bulan pada periode pendataan berjalan.
1
2
3
4
5
6
7